Wednesday, July 29, 2009

Agama Hindu dan Pandangan Islam


Asal perkataan "Hindu"

Perkataan Hindu berasal daripada bahasa Sanskrit, merujuk kepada nama sungai yang mengalir di sempadan sebelah India, dikenali sebagai "Sindhu". Kemudiannya berubah menjadi "Indus" dalam bahasa Greek, sementara orang Parsi menyebut huruf "S" sebagai "H", jadilah sebutannya sebagai "Hindus".

Asal Usul Bangsa Hindu


Sekitar 4000 hingga 2000 tahun sebelum masihi bangsa Arya telah datang ke India yang kemudiannya bercampur dengan bangsa asal yakni bangsa Drawida maka dengan percampuran ini lahirlah bangsa Hindu. Bangsa Arya yang menganut agama Veda kemudian pendeta-pendata nya mengubah suai ajaran-ajaran Veda lalu timbullah agama Brahma. Perkataan "Brahma" bermaksud Tuhan yang Maha Esa, yang mencipta alam ini.

Ajaran-ajaran Hindu dan
Pandangan Islam

Diantara perkara yang terkandung dalam agama Hindu yang perlu kita tahu adalah mengenai:
  1. Kasta
  2. Kitab Suci
  3. Trimurti
  4. Reincarnasi
  5. Hukum Karma
Kasta

Dalam Islam tidak ada Kasta, malah semua manusia sama sahaja disisi Allah. Manusia tidak ada beza antara satu sama lain disisi Allah tidak kira kaya atau miskin, hitam atau putih, pangkat atau darjat dan sebagainya. Kerana yang memuliakan seseorang itu adalah sifat Taqwa yang ada dalam diri seseorang.
Firman Allah s.w.t: "Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu daripada seorang lelaki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling berkenal-kenalan. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling berTaqwa diantara kamu."(Al-Hujurat:13)

Kitab Suci


Penganut agama Hindu mempercayai kitab mereka adalah wahyu yang diterima para Resi. Bagi Islam, kitab-kitab samawi diturunkan kepada Rasul dan kandungan utamanya menjelaskan tentang aqidah tauhid, tentang keesaan Allah, tentang alam akhirat, kiamat, dosa pahala dan sebagainya yang merupakan ajaran pokok dalam agama Ilahi. Sedangkan kitab suci agama Hindu tidak mempunyai ciri-ciri tersebut dan tidak pula mempunyai bukti yang jelas. Justeru, Islam tidak mengkategorikan kitab-kitab tersebut sebagai wahyu Tuhan.

Trimurti

Antara dewa-dewa yang banyak yang menjadi kepercayaan penganut Hindu, Dewa Iswara (Maha Dewa) adalah dewa yang dianggap tertinggi, dialah yang menciptakan alam ini. Penganut Hindu mengakui adanya Tuhan yang satu yang tidak boleh disifatkan dengan sesuatu sifat. Mengikut kepercayaan orang-orang Hindu, Tuhan yang satu menjelma dalam tiga nama yang merupakan satu kesatuan yang dipanggil "Trimurti" terdiri daripada:
  1. Berahma : Dewa atau Tuhan Pencipta
  2. Wisynu : Dewa atau Tuhan yang menyeleggara dan menjaga alam ini
  3. Syiwa : Tuhan yang menghancurkan alam ini
Dikatakan pada asalnya konsep ketuhanan di kalangan penganut Hindu adalah betul di mana mereka mempercayai keesaan Tuhan, tetapi apabila mereka membahagikanNya kepada tiga bentuk menurut tugas-tugasNya yang berlainan, mereka telah menyeleweng daripada konsep kepercayaan yang asal.

Bagi Islam kepercayaan dan pemujaan terhadap dewa-dewa serta kepercayaan terhadap Trimurti adalah bertentangan dengan aqidah tauhid Islam yang mutlak. Bagi Islam, Allah Maha Esa dan tidak ada sekutu bagiNya, tidak ada tuhan yang disembah selain Allah.
Firman Allah: "Katakanlah: Dialah Allah, YAng Maha Esa. Allah adalah Tuhan tempat tumpuan segala makhluk. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesiapapun yang setara dengan Nya." (al-Ikhlas:1-4)
Firman Allah lagi: " Dan hendaklah kamu menyembah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu pun." (an-Nisaa':36)

Reincarnasi

Reincarnasi atau Tanasukh al-Arwah tidak mungkin terjadi. Menurut Islam seseorang manusia apabila mati, rohnya tidak lagi menjelma ke alam ini. Ia berada di alam Barzakh.
Firman Allah: "(Keadaan orang-orang kafir) hingga apabila datang kematian kepada seseorang daripada mereka, dia berkata:'Wahai Tuhanku! Kembalikanlah aku (ke dunia) agar dapat aku berbuat amal soleh yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu hanyalah kata-kata yang diucapkan sahaja. Dan di belakang mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan." (al-Mukminun:99-100)

Hukum Karma

Agama Hindu dan Buddha mempercayai hukum karma iaitu kesengsaraan yang dialami oleh seseorang semasa hidup di dunia adalah akibat perbuatan jahat masa lalu. Dalam Islam, setiap manusia akan menerima balasan pahala atau dosa di akhirat.
Firman Allah: "Sesiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, dia akan melihatnya. Dan sesiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah pun, dia akan melihatnya." (az-Zalzalah:7-8)


Buka hati dan minda serta tenangkan fikiran anda dan sama-sama kita fikirkan dan kaji lebih mendalam lagi mengenai agama manakah yang lebih sempurna dan tulen dari Tuhan Sekalian Alam untuk dijadikan panduan hidup untuk kita selamat di dunia dan di akhirat... Kita sebagai hambaNya wajib mencari perintah dan laranganNya untuk menjadi seorang Hamba yang patuh terhadap pencipta dan pemilik diri kita ini....




###Nantikan post akan datang mengenai Agama Buddha dan pandangan Islam terhadapnya.###

19 comments:

  1. Assalamualaikum Wr.Wb

    Makasih Gan, nambah wawasan...gimana ya cara nya mengajak seseorang yang beragam Hindu utk memeluk agama islam?

    Ada pertanyaan nya yg sedikit sukar saya jawab, krn jawaban saya dia tdk puas, yaitu : Setiap makhluk hidup, berhak utk hidup..mengapa di bunuh utk di makan, spt sapi, kambing ,ayam, dll?

    dan dia bertanya, di dalam Al'quran, menyembilih hewan2 tsb atas nama Allah, dan saat mati,hewan tsb tidak merasa tersiksa, maka itu di namakan Hala..tetapi yg saya lihat, setiap penyembilihan nya pada saat Qurban, hewan2 itu menggelepar2, dan sebagian mengeluarkan air mata, mereka tidak langsung mati..itu kan namanya penyiksaan?

    itu lah serangkaian pertanyaan nya..mohon di bantu jawaban nya, ya, Gan..

    Walaikum Salam..Wr.Wb

    ReplyDelete
  2. @ riya : klo menurut saya seeh klo mau ajak hindu / budha masuk islam itu harus tau dulu... karna mereka itu dulu khan umat nabi2 kita juga... karena ada penyelewangan makanya di katakan mereka kafir... coba telaah dulu pelajarin dari setiap nabi pasti ketemu penyelewangan dgn penyembah berhala... saya udah tanya tentang kitab agama hindu dan saya yakin dulunya itu adalah kitab nabi... tapi karena mereka rubah2 maka kitab itu tidak dianggap lagi samalah kaya injil skrg... tapi beda dengan alqur'an... karna alqur'an itu memang Alloh jaga isi2nya melalui malaikat jibril... jadi gak akan mungkin manusia dapat merubah AlQur'an... jadi ada masa resesi dimana saat para nabi wafat maka akan ada manusia yang membelot dan bahkan ada di antara mereka yang merubah2 ketentuan dari agama itu sendiri... contoh di zaman sekarang adalah liberal... jadi semua agama di dunia ini adalah buatan yang dulu berasal dari nabi2 Alloh. dan mereka rubah untuk kepentingan mereka sendiri dan mereka di nyatakan KAFIR.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. 4nd4 4k4nn mend4pt pendrit4n yg 4b4di,, di ner4k4 4nd4 4k4n menemuk4n jawbanny4

      Delete
  3. anda orang bego kalau menjelaskan sesuatu itu bukan seenak perut harus cari sumber yang benar pelajari dulu agama temen sebelum membandingkan kalau kaya anda pasti belum tamat sekolah

    ReplyDelete
  4. Klo menurut saya gan.kenapa sapi,kambing,ayam mengglepar dan meneteskan air,itu karena mereka saking bahagianya dan terharu kenapa kami tidak d korbankan dari dulu.bego kan jawaban saya,sama bego nyakan dengan pertanyaannya,kenapa sapi dkk mengapa sedih,mank lo tau klo tuh sapi lg bete,gk d kasih uang jajan ma mak nya.nah klo lo sayang ma tuh sapi kasih dah tuh uang suruh blanja ke alfa mart."Gunakan akal jika ingin bertanya,jgn gunakan niat jahat saat bertanya".



    ReplyDelete
  5. Seenaknya aja bilang kitab agama laen ngubah2 kitad agama situ..cari tau duku sejarahnya,bahkan agama Hindu n Budha itu lahir duluan jauh sebelum kepercayaan kalian,kalo kalian pinter dari sana kalian udh bisa tau kan siapa pencipta n siapa pengubah nya..
    Hati2 tu congor bilang kafir kesana kesini,tingkah orang2 kalian jauh lebih bobrok kok ketimbang kami yang minoritas..
    Ajaran kami gak ada yang menyebutkan untuk membenci dan memusuhi kaum2 tertentu tpi ajaran kalian gimana??kalian disuruh untuk memusuhi dan menghancurkan salag satu kaum yg ada kan..saya gak mau menyebutkan itu kaum apa yang pasti anda sudah tau sendiri..
    Orang2 kayak kalian yang bikin masalah buat kaum kalian sendiri jadi jngan salahin kami jika kami menjelekan ajaran kalian juga..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ajaran kami adalah benar dan lurus, hnya orang"nya saja yg teledor untuk mengerjakan amal ibadah.
      kami bukan sombong dengan ajaran kami, tpi kami hnya membenarkan apa yg salah dari ajaran" terdahulu.
      karena AL - QURAN adalah kitab penyempurna bagi kitab" terdahulu.
      hnya orang" kami yg belum mengerti akan semua itu.
      jadi, jangan sekali" menjelek"kan agama islam karena islam adalah ajaran yg paling benar yg diturunkan oleh ALLAH kepada Nabi Muhammad SAW untuk memperbaiki akhlak seluruh umat didunia ini termasuk umat para nabi terdahulu yg sekarang rata" ajarannya salah karena semua kitab kecuali AL - QURAN diubah" menjadi kitab yg mengajak kita menyembah selain ALLAH yg MAHA ESA.
      Lailaha illallah muhammadurrosulullah.
      Tiada tuhan selain ALLAH dan Muhammad Adalah Rosulullah

      Delete
  6. Firman Allah dalam Al-Quran..

    "Dan janganlah kamu cerca benda-benda yang mereka sembah yang lain dari Allah, kerana mereka kelak, akan mencerca Allah secara melampaui batas dengan ketiadaan pengetahuan. Demikianlah Kami memperelokkan pada pandangan tiap-tiap umat akan amal perbuatan mereka, kemudian kepada Tuhan merekalah tempat kembali mereka, lalu Ia menerangkan kepada mereka apa yang mereka telah lakukan."

    [Al-An'am : 108]

    Oleh itu, janganlah kita umat Islam ini mencerca sembahan mereka.... sesungguhnya Allah telah melarang perbuatan itu dengan jelas... Akibatnya juga telah Allah nyatakan.... Oleh itu, jika mereka pula mencerca Allah kerana perbuatan kalian, siapa yang harus dipersalahkan??

    ReplyDelete
  7. lakum dinukum waliyadin

    ReplyDelete
  8. Lo dijalan lo, gue di jalan gue, no distubr each oder, tuhan tidak membedakan umatnya. Nothing you will get with this thing!!

    ReplyDelete
  9. Tidak ada istilah kasta didalam kitab Weda. Kasta mulai diperkenalkan di India semenjak kedatangan Bangsa-bangsa Arab,Portugis dan Inggris kira-kira sejak abad 7 sampai ke 19. Bangsa Arab, Portugis dan Inggris datang ke India dengan misi penaklukan dan penyebaran Agama Islam (Bangsa Arab) maupun Kristen (Portugis dan Inggris).

    Kedatangan Bangsa Arab,Portugis maupun Inggris di India membawa pula adat kebiasaannya yaitu sistem Kasta dan Perbudakan. Perbudakan merupakan suatu yang lazim saat itu, merupakan cerminan kitab suci Al Quran maupun Injil. Sampai saat ini di negara-negara Arab perbudakan masih terpelihara dengan baik, meski di Eropa maupun di Amerika sudah mulai ditinggalkan.

    Injil Imamat 25/44-46 menyebutkan : Tetapi budakmu laki-laki atau perempuan yang boleh kamu miliki, adalah dari antara bangsa-bangsa yang di sekelilingmu, dari antara merekalah kamu boleh membeli budak-budak laki-laki dan perempuan. Juga dari anak-anak pendatang tinggal di antaramu, boleh kamu membelinya dan dari antara kaum mereka yang tinggal di antaramu yang dilahirkan di negerimu, orang-orang itu boleh menjadi milikmu. Kamu harus membagikan mereka sebagai warisan kepada anak-anakmu, supaya diwariskan sebagai miliknya. Kamu harus membudakkan mereka untuk selamanya. (baca juga keluaran 21/1-6,timotius 6/1, titus 2/9,Efesus 6/5-6. I Petrus 2/18)

    Al Qur’an surat Al Mu’minuun ayat 1-6 : Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, ( yaitu ) orang-orang yang khusyu dalam sembahyangnya, Orang-orang yang menjauhkan diri dari ( Perbuatan dan perkataan ) yang tidak berguna. Dan orang-orang yang menunaikan zakat. Dan orang-orang yang menjaga kehormatannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

    Al Qur’an surat An Nissa ayat 24 : Dan (diharamkan juga kamu mengawini ) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kau miliki.

    Al Qur’an 33:50 ; Hai Nabi, sesungguhnya kami telah menghalalkan bagimu isteri-isteri yang telah kamu berikan mas kawin dan hamba sahaja (=budak) yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu.

    Baca selengkapnya di :

    http://dharmagupta.blogspot.com/2012/03/sejarah-kasta-di-india-dan-bali.html

    ReplyDelete
  10. Reinkarnasi merupakan hukum kekekalan energi, Bahwa setelah kematian, badan jasad beserta Dzat hidup yang ada dalam badan (Jiwatman) tidak musnah melainkan hanya berubah sampai mencapai kesempurnaan. Reinkarnasi telah dibuktikan dengan hukum kekekalan energi oleh James Prescott Joule, seorang ahli fisika berkebangsaan Inggris yang namanya di abadikan menjadi satuan energi. Hukum kekekalan Energi Joule berbunyi sebagai berikut :

    “Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya”.

    Sedangkan Hukum Reinkarnasi yang tertulis di kitab Bagawad Gita, yang turun di medan perang Kurusetra tahun 3138 SM dan dicatat oleh Maharsi Wiyasa mengatakan sebagai berikut :

    1. Apa yang tidak ada tidak akan pernah ada, dan apa yang ada tidak akan berhenti ada.keduanya telah dimengerti oleh mereka yang mampu melihat hakekat pertama (BG.II.16)

    2. Demikian juga tidak pernah ada saat dimana Aku, Engkau dan para pemimpin ini tidak ada, dan tidak akan ada saat dimana kita akan berhenti ada sekalipun sesudah mati (BG.II.12)

    3. Ini tidak pernah lahir pun tidak pernah mati atau setelah ada tidak akan berhenti ada, ini tidak dilahirkan, kekal, abadi yang sejak dahulu Dia tidak mati pada saat badan jasmani ini mati (BG.II.20)

    Hukum kekekalan energi dan hukum reinkarnasi setuju bahwa zat atau materi itu tidak pernah musnah, melainkan hanya berubah, dari satu materi ke materi lain atau dari energi ke materi lain, atau dari materi ke energi lain, atau dari energi ke energi lain, atau dari kehidupan ke kehidupan lain.

    Sedangkan Dzat Hidup yang ada dalam badan mahluk hidup tidak pernah dilahirkan dan tidak pernah mati. Atau setelah ada tidak akan pernah berhenti ada. Ya tidak dilahirkan, kekal, abadi sejak dahulu. Dia tidak mati pada saat badan ini mati (BG.II.20)

    Sebagaimana halnya orang menanggalkan pakaian yang telah dipakai dan menggantikannya dengan yang baru, demikian pula halnya Jiwatman meninggalkan badan yang telah dipakai dan memasuki jasmani yang baru.(BG.II.22)

    Demikian juga halnya dengan kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya, manusia dan mahluk hidup lainnya tidak akan pernah musnah melainkan hanya berubah. Meski manusia atau mahluk hidup telah mati, tetapi Jiwatman-nya tetap hidup untuk mencari kehidupan baru. Badan dan tubuhnya kemabli ke Panca Bhuta : yang berasal dari air (apah) kembali menjadi air, yang berasal dari tanah (pertiwi) kembali menjadi tanah, yang berasal dari panas/api (Teja) kembali menjadi panas/api yang berasal dari udara (Bayu) kembali ke udara yang berasal dari ruang (akasa) kembali ke akasa dan sedang Dzat Hidup-nya yaitu Jiwatman-nya kembali mencari bentuk baru untuk menyempurnakan diri, terus berulang-ulang bersiklus sampai suatu saat sang Jiwatman nya benar-benar sempurna untuk bisa kembali ke asalnya yaitu Hyang Widdhi Wasa

    ReplyDelete
  11. Hindu satu-satunya agama yang mengajarkan umat manusia untuk menyayangi semua ciptaanNya Vasudewa kutum bhakam (kita semua bersaudara), hanya Hindu yang memiliki konsep Tri Hita Karana (Keseimbangan Hidup), hanya Hindu yang mengajarkan Tri Kaya Parisudha (Berbuat yang baik, berkata yang baik, berpikir yang baik), hanya Hindu yang memiliki ajaran Tat Twam Asi (Menghormati sesama ciptaaNya) dan hanya Hindu yang mengajarkan Ahimsa (tidak menyakiti ciptaanNya).Hindu mengajarkan kedamaian (Shanti), Hindu menghormati wanita, tidak melarang wanita untuk sekolah dan berkarir. Hindu membolehkan wanita untuk menjadi pemimpin baik pemimpin pemerintahan maupun agama (Pendeta), apa agama lain punya ini? jawabannya cari sendiri dengan nurani yang jernih

    ReplyDelete
  12. saya bahagia menjadi seorang HINDU, menjadi seoang Hindu merupakan anugrah terindah. Orang-orang yang mencela agama Hindu tak selamanya lebih baik dari ajaran kami. JADI, benahi saja ajaran kalian sendiri dan jangan mengusik ajaran orang lain. Hidup saling menghargai tentunya ada di ajaranmu kan???????????? jika ada maka kalian harus mencermati kata-kata itu berulang-ulang kali. terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener to, pke krudung j4,, pke inil4h itul4h mlu dung sm4 tuh4n mu sendiri,, ksi4n tuh4n mu. kt4ny4 mengj4rk4n sling mengen4l, tpi mt4 j4 yng keli4t4n s4l4m pun di tol4k,, t4u t4u,4 ngebom, jik4 hti mem4ng bersih t4k perlu menutup semu4, y4ng penting kemurni4n h4ti. ee tunggu d4h ner4k4 mu menjelk jelk4n 4g4m4 l4in.

      Delete
  13. 4st4g4 y4 tuh4n 4p4k4h or4ng membd4 bedek4n tuh4n d4n kepercy4n d4n 4g4m4 4d4lh or4ng yg memiliki 4g4m4.. jik4 4g4m4 4nd4 ben4r d4n pling muli4 mmengp4 4nd4 membic4r4k4n 4g4m4 l4in,, 4nd4 tekutuk. 4nd4 ber4g4m4 muslim jik4 4g4m4 4nd4 sempurn4. jl4nk4n deng4n b4ik.. perlu 4nd4 ket4hui.. di dl4m kit4b hindu / ved4 tid4k pn4h mengj4rk4n perbed4n,d4n dlm kit4b ved4 brbuxi,, j4l4n m4n4 pun kit4 tempuh kit4 4k4n tet4p menuju yng tungg4l ide s4ng hy4ng widhi w4se,, semg4 4nd4 yng sel4lu menjelek4n hindu d4n bud4 d4n 4g4m4 l4in,, mendp4t pering4t4n,, tuh4n hx4 stu nmun sbt4n d4n fungsiny4 berbd4

    ReplyDelete
  14. y4 tuh4n mngp4 muslim itu seperti itu,, jik4 gene 4j4r4n muslim p4nt4s sj4 di duni4 ne d4k pen4h snti d4m4i,,, y tuh4n yng mh4 tung4l mh4 seg4l4ny4,, hmb4 sel4lu sb4r men4nti kemn4ng4n mu,, hindu sud4h s4ng4t sb4r deng4n semu4 pnd4ng4n jelek drri isl4m,, pringt4n mu l4h hmb4 n4nti,..om n4m4 siv4y4. ckckcckckck

    ReplyDelete
  15. ah lo agama islam lo tu selalu nganggap diri lo tu paling bagus di antara agama lain, tapi bagi saya hindu lo tu sama dengan binatang yang tidak punya pemikiran baik, kalo binatang tu ga mengenal perbedaan antar sesama binatang mereka saling membunuh, nah itu sama denga kalian islam saling bunuh sesama umat kalian,contohnya perang saudara yang sering terjadi di timur tengah. kami hindu malah saling menghormati sesama umat yg juga ada dalam ajaran TRI HITA KARANA yaitu saling menghormati dan menghargai antara sang pencipta, lingkungan dan sesama manusia, juga ada ajaran TAT TWAM ASI yaitu memandang bahwa sesama umat itu adalah sama tanpa membeda-bedakan. tidak seperti kalian islam menganggap diri lo yang paling benar. nanti lo rasain dech sendiri tempat lodi neraka bukan di surga

    ReplyDelete